Mengenal Operasi Meniskus, Penyebab Evan Soumilena Tercoret dari Timnas Futsal Indonesia

SKOR.id - Timnas futsal Indonesia terus mematangkan persipannya jelang tampil di AFC Futsal Asian Cup 2026 atau Piala Asia Futsal 2026 tanpa Evan Soumilena.
Timnas futsal Indonesia akan ambil bagian dalam AFC Futsal Asian Cup 2026 yang berlangsung pada 27 Januari hingga 7 Februari mendatang, sebagai tim tuan rumah.
Dalam memantapkan kekuatan, sebelumnya FFI telah mengumumkan 19 nama yang masuk dalam Short List, ikut pemusatan latihan atau training center (TC) Garuda.
Dari daftar pemain tersebut, tidak ada nama pivot andalan Evan Soumilena, yang sejatinya sempat masuk dalam 25 nama Long List membela Timnas futsal Indonesia.
Walaupun pelatih Timnas futsal Indonesia, Hector Souto, belum memastikan 14 nama akhir yang bakal tampil di Piala Asia Futsal 2026, peluang bergabug tertutup.
"Dia (Evan) masuk di Long List, tapi dia sedang dalam pemulihan, jadi mungkin dia akan fokus ke pemulihan," kata asisten pelatih Timnas futsal ndonesia, Amir Daulay.
"Karena ini kan mikir jangka panjang. Kalau dia dipaksa main, nanti akan kambuh-kambuhan, jadi kami memikirkan kebaikan juga untuk pemain," ia menambahkan.
Melalui akun Instagram pribadinya, Evan pun berbagi bahwa dirinya mengalami masalah meniskus dan sudah menjalani operasi, yang membuatnya harus pemulihan.
Baca Juga: Evan Soumilena Dicoret, 19 Pemain Terpilih ke Timnas Futsal Indonesia Menuju Piala Asia Futsal 2026
Pivot Black Steel Papua itu memang diketahui mempunyai masalah pada lutut, hingga harus menggunakan alat bantu seraya perekat pada lututnya ketika bertanding.
Berikut ini Skor.id menyajikan informasi ringkas untuk mengenal operasi meniskus, yang telah jadi enyebab Evan Soumilena tercoret dari Timnas Futsal Indonesia:
Dari berbagai sumber, operasi meniskus adalah prosedur bedah untuk memperbaiki atau mengangkat sebagian/seluruh bantalan tulang rawan berbentuk C (meniskus) di lutut yang robek atau rusak.
Biasanya dilakukan secara minimal invasif (artroskopi) untuk mengurangi nyeri, memulihkan mobilitas, dan mencegah masalah lutut jangka panjang seperti osteoartritis, dengan pilihan prosedur seperti menisektomi (pengangkatan bagian rusak) atau perbaikan/transplantasi meniskus tergantung keparahan cedera.
Tujuan Operasi Meniskus
- Mengatasi nyeri: Mengurangi rasa sakit akibat robekan.
- Memperbaiki fungsi lutut: Mengembalikan gerakan dan stabilitas lutut.
- Mencegah kerusakan lebih lanjut: Menghambat perkembangan osteoartritis dini.
Jenis-Jenis Prosedur
- Menisektomi Parsial: Mengangkat hanya bagian meniskus yang robek dan mengiritasi sendi, seringkali dengan sayatan kecil (artroskopi).
- Perbaikan Meniskus (Meniscus Repair): Menjahit kembali bagian meniskus yang robek, memungkinkan penyembuhan total, seringkali untuk robekan pada bagian yang mendapat pasokan darah baik.
- Transplantasi Meniskus (Meniscus Transplant): Mengganti meniskus yang rusak dengan jaringan donor (dari kadaver atau buatan), untuk kasus kerusakan luas.
Kapan Diperlukan?
- Gejala nyeri dan ketidakstabilan tidak membaik dengan perawatan non-bedah.
- Ada rasa mengunci atau ganjalan pada lutut yang menghambat gerakan.
- Ada cedera lutut lain seperti ACL yang bersamaan dengan robekan meniskus.
Proses dan Pemulihan
- Dilakukan dengan artroskopi (minimal invasif) melalui sayatan kecil.
- Prosedur rawat jalan, durasi sekitar satu jam.
- Pemulihan bervariasi, dari beberapa minggu hingga beberapa bulan tergantung jenis operasinya.
- Fisioterapi/rehabilitasi sangat penting setelah operasi untuk mengembalikan fungsi lutut.
