Home > Super League

Persija Kecam Rasisme yang Diterima Allano Lima Usai Lawan Persib

Respons Persija Jakarta terkait ujaran kebencian hingga rasis yang diterima Allano Lima setelah menghadapi Persib Bandung.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Persija Jakarta. Sumber:Grafis Dede Sopatal Mauladi/Skor.id
Persija Jakarta. Sumber:Grafis Dede Sopatal Mauladi/Skor.id

SKOR.id - Persija Jakarta mengecam keras tindakan rasis yang diterima pemain asingnya, Allano Lima, usai laga melawan Persib Bandung pada Minggu (11/1/2026).

Penyerang asal Brasil itu mendapatkan ujaran kebencian hingga perlakuan rasialisme melalui kolom komentar akun Instagram pribadinya usai tampil dalam duel klasik tersebut.

Persija pun merespons melalui pernyataan resmi yang menyebut perilaku itu tidak bermoral dan merupakan bentuk penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Yang seharusnya tidak memiliki tempat dalam sepak bola, terlebih di Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu juga sangat kecewa.

Karena tindakan memalukan seperti itu masih terus berulang. Persija pun menilai rasisme bukan sekadar candaan, bukan pula untuk dijadikan ekspresi emosi sesaat.

Rasisme adalah kekerasan verbal yang melukai martabat seseorang. Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, pun turut angkat bicara pada Senin (12/1/2025).

"Persija berdiri sepenuhnya bersama Allano Lima. Klub memberikan dukungan penuh secara moral dan psikologis kepada pemain kami, serta memastikan ia tidak sendirian dalam menghadapi situasi ini," katanya.

Allano Lima menguasai bola saat membela Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung dalam pekan ke-17 Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, pada 11 Januari 2026. Sumber: Foto Yogie Gandanaya/Skor.id
Allano Lima menguasai bola saat membela Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung dalam pekan ke-17 Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, pada 11 Januari 2026. Sumber: Foto Yogie Gandanaya/Skor.id

Adapun mendapati perlakukan rasis, penyerang berusia 30 tahun itu pun sudah bersuara, juga melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, yang lekas mendapat dukungan.

"Saya bangga dengan siapa diri saya, saya bangga dengan apa yang telah saya capai. Tindakan rasisme ini justru menunjukkan seberapa jauh saya telah bertumbuh dari titik awal saya berasal," tulisnya.

"Pohon yang berbuah lebat adalah pohon yang paling sering dilempari batu. Kini saatnya kembali bekerja dan melanjutkan perjalanan kami. Jalan masih panjang. Kami akan terus berjuang," Allano Lima menjabarkan.

Lebih lanjut dalam pernyataan resminya Persija mendesak seluruh pihak terkait, termasuk operator kompetisi I.League, federasi PSSI, suporter, dan para pemangku kepentingan sepak bola lainnya.

Untuk bersikap tegas, serius, dan konsisten dalam memberantas segala bentuk rasisme, baik di stadion maupun di ruang digital. Sebab sepak bola seharusnya menjadi arena persaingan sportif dalam atmosfer yang aman dan saling menghargai.

"Ketika rasisme dibiarkan, yang rusak bukan hanya individu, tetapi juga wajah sepak bola nasional. Persija juga mengecam tindakan tidak suportif lainnya," tulis klub.

"Seperti ujaran kebencian hingga ancaman yang ditujukan kepada elemen sepak bola Indonesia. Siapa pun pelakunya harus sadar dan memahami bahwa tindakannya tersebut mencederai marwah sepak bola, olahraga, bahkan sisi kemanusiaan."

"Ayo tendang keluar tindakan memalukan itu dari tubuh sepak bola kita!," Macan Kemayoran memungkasi pernyataan resminya.

Sumber: Persija Jakarta

× Image