Home > La Liga

La Liga Tunjukkan Sikap Tegas Soal Pemberantasan Pembajakan Digital Lewat Media Sosial

Presiden La Liga, Javier Tebas, tunjukkan sikap tegas terkait pembajakan digital melalui sosial media
Image
Pradipta Indra Kumara Editor : Pradipta Indra Kumara
Presiden La Liga, Javier Tebas: Sumber: La Liga/Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id
Presiden La Liga, Javier Tebas: Sumber: La Liga/Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id

SKOR.id - La Liga kembali menunjukkan tegas dalam upaya memerangi pembajakan digital yang semakin terorganisir terutama dalam industri siaran olahraga.

La Liga menyampaikan bahwa pembajakan bukanlah bentuk dari kebebasan berekspresi, tetapi sebuah aktivitas kriminal yang terstruktur.

Pernyataan ini juga sejalan dengan pendapat dari Tom Leighton, CEO dan Co-founder dari Akamai, sebuah perusahaan penyedia Content Delvery Network (CDN), dan keamanan siber.

Tom Leighton menyebutkan pembajakan digital bukanlah hanya persoalan pelanggaran hak cipta, tetapi meruapakan ancaman serius keamanan siber. Sedangkan pendapat lain dilontarkan presiden La Liga, Javier Tebas yang menilai ada tiga poin utama.

Masalah keamanan siber, teknologi untuk mengatasi sudah tersedia, dan masalah persaingan tidak adil yang jarang dibahas.

"Pembajakan juga merupakan masalah keamanan siber (malware, penipuan, dan pencurian kredensial). Teknologinya sudah ada untuk bertindak cepat tanpa mengorbankan kinerja maupun proses hukum. Pertanyaannya, apakah Anda merancang infrastruktur untuk mencegah kejahatan atau justru menutup mata," bunyi unggahan Javier Tebas di X.

Melalui cuitannya, Javier Tebas juga menyebut Elon Musk, sebagai bukti keseriusan melawan pembajakan di dunia olahraga.

Pembajakan memberikan ancaman besar terhadap industri olahraga. Keberadaannya mengancam keberlangsungan klub, ribuan lapangan kerja, investasi jangka panjang sepak bola akar rumput, hingga pengembangan pemain muda.

Di Spanyol, lebih dari 35 persen konten La Liga yang dibajak masih didistribusikan melalui infrastruktur tertentu, meski ribuan pemberitahuan resmi dan langkah penegakan hukum berbasis putsusan pengadilan telah diterapkan penyedia layanan internet.

La Liga menekankan bahwa teknologi untuk memerangi pembajakan secara cepat, proporsional, dan sesuai hukunm sudah tersedia. Kini tantangan utamanya bukan pada keterbatasan teknis, melainkan pada kemauan perantara teknologi untuk menerapkan langkah pencegahan secara bertanggung jawab.

Beberpaa perusahaan teknologi justru berlindung di balik narasi kebebasan internet, atau kebebasan berekspresi untuk membenarkan ketidak bertindakan.

Namun, terdapat putusan pengadilan yang jelas di berbagai negara, termasuk Spanyol, Italia, dan Jepang. Praktik ini menciptakan persaingan tidak adil di mana pelaku yang patuh hukum menanggung biaya dan kompleksitas penegakan, sementara pihak lain tetap menikmatik keungunan skala tanpa akuntabilitas setara.

Terkait hal ini, La Liga menegaskan bahwa perlindungan hak kekayaan intelektual berlandaskan due process, putusan pengadilan, dan supermasi hukum, bukan keputusan sepihak yang tak transparan.

Penegakan hukum yang cepat dapat dilakukan dengan mekanisme audit dan peninjauan sesudahnya.

Menurut kepatuhan hukum dari perantara teknologi bukanlah bentuk sensor internet. Ini merupakan upaya kolektif untuk memerangi penipuan audiovisual, terorganisir menjaga keberlanjutan industri budaya dan olahraga yang menopang jutaan pekerjaan di seluruh dunia.

"Jika pembajakan dibiarkan memiliki keunggulan bawaan ‘by design’, maka harga yang harus dibayar akan ditanggung oleh kreator, industri, lapangan kerja, dan pada akhirnya oleh konsumen yang taat hukum,” lanjut Javier Tebas di LinkedIn.

× Image