Home > World

Piala Afrika 2025: Bonus Belum Cair, Nigeria Ancam Boikot Laga Perempat Final

Para pemain dan pelatih Timnas Nigeria mengancam memboikot pertandingan lawan Aljazair pada perempat final Piala Afrika 2025.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Ilustrasi Piala Afrika 2025 (AFCON 2025). (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)
Ilustrasi Piala Afrika 2025 (AFCON 2025). (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id - Skandal kembali mengguncang kiprah Timnas Nigeria di Piala Afrika 2025 (AFCON 2025). Jelang laga krusial perempat final, para pemain Super Eagles dikabarkan mengancam memboikot pertandingan apabila hak bonus mereka belum juga dibayarkan oleh federasi.

Kabar ini pertama kali diungkapkan jurnalis BBC Sport Afrika, Olúwashínà Okeleji, yang menyebut bahwa para pemain dan staf pelatih Nigeria belum menerima bonus kemenangan dari empat pertandingan sepanjang turnamen. Situasi tersebut memicu ultimatum keras dari skuad Nigeria.

Dalam laporannya, Okeleji mengungkapkan bahwa meski tim masih menjaga fokus di atas kertas, para pemain sepakat tidak akan berlatih maupun melakukan perjalanan ke Marrakech jika persoalan bonus tak segera diselesaikan.

“Skuad tetap fokus, tetapi mereka tidak akan berlatih atau bepergian ke Marrakech jika masalah bonus ini belum dibereskan,” tulis Okeleji, di akun X-nya.

Nigeria dijadwalkan menghadapi Aljazair pada laga perempat final AFCON 2025 di Marrakech, Sabtu (10/1/2026) nanti. Namun dengan kondisi terkini, laga panas tersebut terancam terganggu, bahkan berpotensi berujung boikot jika konflik finansial berlarut-larut.

Ancaman boikot ini langsung memicu kemarahan publik Nigeria. Media sosial dipenuhi kritik tajam terhadap Federasi Sepak Bola Nigeria (NFF) yang dinilai kembali gagal mengelola tim di momen penting.

Banyak warganet menyebut kejadian ini sebagai pola lama yang terus berulang—masalah non-teknis yang justru menghantam tim saat peluang melangkah jauh di turnamen terbuka lebar.

Di tengah panasnya situasi, jurnalis Nigeria, Tobi Adepoju, melaporkan bahwa seorang pejabat senior NFF mengonfirmasi situasi tersebut hampir terselesaikan.

“Dana sudah diproses dari CBN ke bank masing-masing. Para pemain dan ofisial akan menerima seluruh bonus mereka setelah proses ini selesai,” ujar sumber NFF tersebut seperti dituturkan Tobi Adepoju.

Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredakan ketegangan. Para pemain disebut tetap menunggu bukti konkret, bukan sekadar janji.

Situasi ini juga menyusul perselisihan di lapangan antara Victor Osimhen dan Ademola Lookman saat kemenangan babak 16 besar melawan Mozambik—sebuah insiden yang kemudian dikonfirmasi federasi telah diselesaikan secara internal.

Ancaman boikot ini bukan insiden pertama. Dua bulan lalu, Nigeria juga sempat memboikot sesi latihan pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 karena persoalan serupa. Bahkan, konflik internal di luar lapangan dinilai kerap memengaruhi performa Super Eagles di laga-laga penting.

Kini, jelang duel hidup-mati melawan Aljazair, publik Afrika kembali menanti: Apakah Nigeria akan benar-benar tampil, atau Piala Afrika 2025 kembali tercoreng oleh drama bonus?

Sumber: Foot Africa

× Image