Polda NTT Konfirmasi Jasad Pelatih Valencia Ditemukan

SKOR.id - Polda Nusa Tenggara Timur mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan tim SAR merupakan jenazah Pelatih tim B Valencia Putri, Fernando Martin Carreras.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, di Kupang, Minggu (4/1/2026).
“Benar, yang bersangkutan adalah pelatih Valencia untuk tim B yang teridentifikasi melalui cincin dan jam tangan," kata Henry.
“Proses identifikasi dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan prinsip ilmiah dan kemanusiaan."
Kesesuaian data ante mortem dan post mortem seperti jenis kelamin, tinggi badan, dan tato juga memperkuat kepastian identitas jenazah.
Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda NTT.
“Saat ini, jenazah berada di fasilitas kesehatan di Labuan Bajo untuk penanganan lanjutan. Sambil menunggu proses koordinasi pemulangan ke negara asal bersama pihak keluarga dan perwakilan kedutaan,” ujar Henry.
Kronologi Kejadian
Fernando Martin Carreras pergi liburan Natal ke Indonesia bersama keluarganya, tepatnya ke Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Fernando Martin yang berusia 44 tahun berlibur bersama istri dan empat orang anaknya.
Pelatih tim B Valencia Putri ini kemudian naik kapal wisata KM Putri Sakinah sebelum insiden terjadi di sekitar Pulau Padar, Jumat (26/12/2025) malam sekitar pukul 20.30 WITA.
Insiden ini terjadi saat kapal sedang berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar, dengan kapal berangkat dari Pulau Komodo sekitar pukul 20.00 WITA.
Dari data POB (person on Board), tercatat ada 11 penumpang di kapal ini, terdiri dari enam WNA asal Spanyol, empat kru kapal, dan satu pemandu wisata.
Sekitar 30 menit perjalanan berlangsung, kapal dilaporkan mengalami kerusakan mesin, kehilangan kendali, dan akhirnya terbalik akibat gelombang tinggi yang mencapai sekitar 1,5 meter.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengaku pihaknya langsung mengerahkan RIB Pos SAR Manggarai Barat ke lokasi kejadian saat mendapat laporan insiden ini.
Tujuh orang berhasil selamat dari insiden ini, tiga penumpang diveakuasi oleh Kapal Nepton, empat lainnya dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Tujuh orang yang selamat terdiri dari dua WNA asal Spanyol, empat kru kapan, dan satu pemandu wisata, dan sudah dievakuasi ke Labuan Bajo.
Empat orang lainnya meninggal dunia: Fernando Martin Carreras dan tiga orang putranya, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martines Ortuno Enriquejavier, yang berusia 12, 10, dan 9 tahun.
Dua WNA yang selamat adalah istri Fernando Martin, Ortuno Andrea, dan putrinya, Mar Martinez Ortuno.
Sumber: RRI
