Home > Esports

Pak AP Ungkap Alasan Bubarkan RRQ Kaito

RRQ sebelumnya mengumumkan jika mereka membubarkan tim RRQ Kaito di MDL Filipina
Image
Gangga Basudewa Editor : Gangga Basudewa
RRQ Sumber: Grafis: Jovi Arnanda/Skor.id
RRQ Sumber: Grafis: Jovi Arnanda/Skor.id

SKOR.id - CEO RRQ, Adrian “AP” Pauline, akhirnya buka suara mengenai keputusan besar organisasi untuk membubarkan RRQ Kaito. Dalam siaran terbarunya, Pak AP menjelaskan secara langsung berbagai pertimbangan di balik langkah tersebut, yang belakangan menjadi perbincangan hangat di komunitas esports, khususnya penggemar Mobile Legends di Asia Tenggara.

Salah satu alasan utama yang diakui Pak AP adalah rencana ekspansi RRQ ke Malaysia. Ia membenarkan bahwa RRQ memang tengah mencoba peluang di Malaysia, seiring dengan kuatnya spekulasi bahwa organisasi berjuluk Raja dari Segala Raja itu akan mendaftarkan diri ke MPL Malaysia. Ekspansi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas ekosistem RRQ di kawasan Asia Tenggara, mengingat kompetisi dan pasar esports Malaysia yang terus berkembang.

Namun, faktor ekspansi bukanlah satu-satunya alasan di balik dibubarkannya RRQ Kaito. Pak AP juga menyoroti sisi kemanusiaan dan masa depan para pemain yang tergabung dalam tim tersebut. RRQ Kaito diketahui berkompetisi di MDL Filipina, sebuah liga pengembangan yang seharusnya menjadi jalur menuju MPL Filipina. Sayangnya, RRQ sendiri tidak memiliki divisi MPL di Filipina, sehingga para pemain MDL tersebut praktis tidak memiliki jalur promosi yang jelas.

“Kasihan pemain MDL-nya kalau kita tidak ada tim MPL-nya,” ungkap Pak AP. Menurutnya, mempertahankan tim MDL tanpa prospek promosi justru berpotensi menghambat karier para pemain. Mereka bisa terjebak terlalu lama di level pengembangan tanpa kesempatan naik ke panggung utama, sesuatu yang dinilai tidak adil bagi perkembangan profesional mereka.

Dengan pertimbangan tersebut, RRQ akhirnya memilih untuk menghentikan proyek RRQ Kaito dan mengalihkan fokus ke game lain yang dinilai memiliki struktur kompetisi lebih jelas dan berkelanjutan bagi organisasi maupun pemain. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang RRQ, bukan sekadar langkah reaktif.

“Kenapa Kaito bubar? Satu, benar kalau RRQ mencoba di Malaysia. Kedua, kasihan pemain MDL-nya kalau kita tidak ada tim MPL-nya, jadi mending fokus ke game lain aja,” tutup Pak AP dalam pernyataannya.

Keputusan ini memang mengejutkan banyak pihak, namun penjelasan terbuka dari Pak AP setidaknya memberi gambaran bahwa langkah RRQ didasari oleh strategi bisnis, ekspansi regional, serta kepedulian terhadap masa depan para pemainnya.

× Image