Home > Liga Inggris

KOI dan Kemenpora RI Sejalan soal Pembatasan Cabor yang Dikirim ke SEA Games 2025

Image
Taufani Rahmanda
Komite Olimpiade Indonesia atau NOC Indonesia. (Jovi Arnanda/Skor.id) Skor.id

SKOR.id - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI sejalan soal pembatasan cabang olahraga (cabor) yang dikirim ke SEA Games 2025.

Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, memastikan ada pembatasan cabor yang dikirim Indonesia untuk SEA Games 2025 sebagai langkah yang konkret dalam memaksimalkan prestasi.

"Saya rasa kita juga harus sadar bahwa ajang-ajang multi-event harus kita manfaatkan, harus kita maksimalkan dengan prestasi terbaik," katanya, Selasa (11/3/2025) malam di Jakarta.

"Ini bukan untuk foya-foya sehingga proses seleksi juga harus lebih ketat," Raja Sapta Oktohari menambahkan kepada awak media usai acara perayaan ulang tahun KOI yang ke-73.

Adapun pembatasan tersebut dilakukan sebagai dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang diambil pemerintah Presiden RI Prabowo Subianto. Kemenpora RI menerapkan skala prioritas.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, memberi keterangan kepada awak media selepas acara Merah Putih Gala: 73rd NOC Indonesia Anniversary di Jakarta, 11 Maret 2025. (Taufani Rahmanda/Skor.id)
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, memberi keterangan kepada awak media selepas acara Merah Putih Gala: 73rd NOC Indonesia Anniversary di Jakarta, 11 Maret 2025. (Taufani Rahmanda/Skor.id)

Terhadap cabang-cabang olahraga pada multi-event termasuk SEA Games 2025, yang dikirim hanya yang berpeluang besar meraih medali dan berkaitan dengan ajang lebih tinggi seperti Asian Games dan Olimpiade.

Ke depannya olahraga Indonesia memang dihadapkan dengan berbagai ajang multi-olahraga. Setelah SEA Games 2025, akan ada Asian Games 2026 kemudian Olimpiade 2028.

Raja Sapta Oktohari menilai sudah seharusnya setiap atlet yang dikirim dengan biaya dari negara, merupakan altet yang mampu mendapatkan medali, baik itu emas, perak, maupun perunggu.

"Jadi multi-event itu bukan ajang untuk coba-coba, sehingga seleksi harus benar-benar ketat. Jangan sampai nafas kita habis di awal, tetapi harus dipersiapkan sampai akhir," ia menambahkan.

Menpora RI, Dito Ariotedjo, memberi keterangan kepada awak media usai menghadiri acara Merah Putih Gala: 73rd NOC Indonesia Anniversary di Jakarta, 11 Maret 2025. (Taufani Rahmanda/Skor.id)
Menpora RI, Dito Ariotedjo, memberi keterangan kepada awak media usai menghadiri acara Merah Putih Gala: 73rd NOC Indonesia Anniversary di Jakarta, 11 Maret 2025. (Taufani Rahmanda/Skor.id)

Sementara itu Menpora RI, Dito Ariotedjo, merasa persiapan Indonesia pada berbagai cabor ke SEA Games 2025 tidak terganggu dengan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah.

"Yang pasti per hari ini, insyaallah semua cabang olahraga tidak ada yang terganggu untuk persiapan," katanya, juga selepas acara perayaan ulang tahun KOI di Jakarta, Selasa (11/3/2025) malam.

"Tetapi yang namanya penyesuaian pasti ada. Kami pasti mendukung, tapi harus dilihat skala prioritas mana cabang-cabang olahraga yang berkaitan erat dengan dari SEA Games ke Asian Games dan juga Olimpiade."

"Sesuai dengan tertuang dalam program Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Alhamdulillah kami mendapat dukungan dari Presiden dan Kementerian Keuangan sesuai dengan Asta Cita," Dito Ariotedjo menambahkan.

Sebagai informasi, SEA Games 2025 akan berlangsung terpusat di Thailand (Bangkok, Chonburi dan Songkhla) pada 7 Desember hingga 19 Desember mendatang.

× Image