Singapura Ikut Selidiki Kasus Penipuan Mantan Bos F1 Bernie Ecclestone

SKOR.id – Singapura bekerja sama dengan pihak berwenang di Inggris dalam penyelidikan kasus yang menjerat mantan CEO Formula 1 (F1), Bernie Ecclestone.
Bernie Ecclestone didakwa atas kasus penipuan setelah tak dapat membuktikan kepada Pendapatan dan Bea Cukai Inggris (HMRC) soal keberadaan aset luar negeri yang bernilai lebih dari 484 juta dolar AS (setara Rp7,3 triliun).
Menurut penyeledikan, aset triliunan itu disimpan di perwalian dalam rekening suatu bank asal Singapura.
Tetapi, Ecclestone mengaku tidak bersalah atas tuduhan penipuan yang menimpanya ini pada Juni lalu.
Upaya turun tangan Singapura dalam kasus Ecclestone disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Lawrence Wong.
“Ini kebijakan kami, sejalan dengan praktik internasional, untuk tidak mengomentari apakah pemerintah asing telah mengajukan permintaan bantuan hukum untuk kasus tertentu," kata Lawrence Wong dalam jawaban tertulis.
“Karena itu, kami dapat mengonfirmasi bahwa Otoritas Moneter Singapura (MAS), Kepolisian Singapura, dan Kamar Kejaksaan Agung telah bekerja sama dengan otoritas Inggris dalam penyelidikan dan penuntutan Mr Ecclestone.”
“Faktanya, Singapura secara proaktif membagikan informasi yang relevan dengan mitra kami di Inggris, yang membantu mereka mengembangkan kasus mereka," Lawrence Wong menambahkan.
Lawrence Wong yang juga sebagai Menteri Keuangan Singapura, mengatakan bahwa MAS pernah melakukan pemeriksaan terhadap bank yang diduga menyimpan aset Ecclestone untuk mengurangi risiko pencucian uang dan pendanaan teroris pada 2017 lalu.
“Dalam pemeriksaan, MAS secara khusus meninjau penanganan bank terkait hubungannya dengan Mr Ecclestone," kata Wong.
“Sementara MAS menemukan bahwa ada ruang untuk perbaikan dalam proses anti pencucian uang bank, MAS tidak menemukan celah atau kelemahan yang bersifat sistemik.”
Masih menurut Lawrence Wong, MAS juga mencatat bahwa ketika berita buruk tentang Mr Ecclestone pertama kali muncul pada tahun 2013, bank segera melakukan kontrol pemantauan.
Kontrol tersebut juga ditingkatkan dengan mewajibkan semua transaksi ditandai untuk pengawasan dan persetujuan.
Namun dalam pernyataan tertulis itu, Lawrence Wong tidak menyebutkan sama sekali nama bank yang terlibat dalam kasus tersebut.
Pria 50 tahun itu menambahkan bahwa MAS akan terus bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk memastikan pertahanan sektor keuangan Singapura melawan kejahatan tetap terjaga.
Sementara itu, Bernie Ecclestone rencananya mulai diadili pada November tahun ini menyusul hasil penyeledikan kasusnya.
