Max Verstappen Dianggap Belum Layak Menyandang Predikat Pembalap Terhebat F1

- Max Verstappen dianggap belum pantas disebut sebagai pembalap terhebat dalam pentas F1.
- Hal ini dikarenakan Max Verstappen bersama Red Bull Racing tak menemui banyak tantangan sengit di musim lalu.
- Chief Technical Officer F1, Pat Symonds, menilai terlalu dini untuk memuji Max Verstappen sebagai salah satu yang terhebat di F1.
SKOR.id – Meski tampil luar biasa sepanjang musim lalu, Max Verstappen dianggap belum pantas menyandang status pembalap terhebat di F1.
Pada musim lalu, Max Verstappen sukses mengamankan titel juara dunia F1 keduanya dengan cara yang dominan dan menorehkan beberapa rekor.
Beberapa rekor yang diraih adalah kemenangan terbanyak dalam satu musim di mana Max Verstappen menang 15 kali dalam 22.
Jumlah kemenangan itu lebih banyak dibanding pemegang rekor sebelumnya, Sebastian Vettel (2013) dan Michael Schumacher (2004), yang mampu menang 13 kali semusim.
Super Max juga jadi pembalap F1 dengan rekor poin terbanyak dalam satu musim dengan torehan 454 poin mengalahkan rekor 413 poin milik Lewis Hamilton (2019).
Berkat pencapaian fenomenal itu, tak mengherankan jika Verstappen disebut sebagai salah satu pembalap terbaik F1 saat ini.
Namun, tak semua pihak sepakat dengan anggapan tersebut. Salah satunya adalah Pat Symonds selaku Chief Technical Officer F1.
Pat Symonds sejatinya tak menampik kehebatan Max Verstappen saat keluar sebagai juara F1 2022.
Namun, pria yang pernah bekerja untuk tim Williams itu menganggap Verstappen belum menemui banyak tantangan sengit terutama dari para rival pada musim lalu.
Pada beberapa seri awal F1 2022, Ferrari memang sempat tampil apik dan bersaing ketat dengan Red Bull Racing.
Akan tetapi, Ferrari perlahan menunjukkan statistik menurun karena serangkaian masalah keandalan dan strategis.
Berkaca dari situasi tersebut, Symonds menilai bahwa terlalu dini untuk memuji Verstappen sebagai salah satu yang terhebat di F1.

"Dia membalap dengan luar biasa tahun lalu tetapi tantangannya hilang bukan? Ferrari ada di sana pada awal tahun dan pada akhir tahun," katanya.
"Bukan karena mereka terjatuh karena sebenarnya, daya saing dalam beberapa balapan terakhir sangat bagus."
“Saya tidak mengurangi apa pun dari cara mengemudinya, keterampilannya, usianya, benar-benar luar biasa. Tetapi saya pikir kami perlu beberapa tahun lagi,” ujarnya.
Sementara itu, dominasi Max Verstappen masih berlanjut saat menjalani tes pramusim F1 2023 yang berlangsung pada 23-25 Februari di Sirkuit Internasional Bahrain.
Max Verstappen menjadi yang tercepat pada hari pertama dengan catatan waktu 1 menit 32,837 detik.
Pada hari kedua, ia menorehkan catatan waktu 1 menit 31.650 detik dan hanya terpaut 0,04 detik dari Guanyu Zhou (Alfa Romeo) yang menempati urutan teratas.
Ini jadi modal positif tersendiri bagi Max Verstappen sebelum menjalani seri perdana F1 2023 di Bahrain pada akhir pekan ini.
