Home > Balap

Pegiat Esport Kompak Berikan Tanggapan Menarik Atas Opini Sekjen PBESI

Image
Apriliandi Damar Priyambodo
Logo Pengurus Besar Esports Indonesia (Dok. PBESI) PBESI
  • Terbaru, Frengky Ong menyebutkan harus adanya reformasi terkait penyelenggaraan esport di Indonesia.
  • Tentu saja opini pribadi dari sang sekjen tersebut membuat banyak pihak yang memberikan tanggapan dari berbagai pihak.
  • Banyak penggemar esport yang sangat menyayangkan opini dari Sekjen PBESI tersebut.

SKOR.id - Pada sepekan terakhir ini nampaknya polemik terkait pernyataan dari Sekjen Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) terus bergulir dan membesar seperti bola salju.

Sekjen PBESI, Frengky Ong, kerap kali mengeluarkan pernyataan pribadinya yang cukup kontroversial melalui akun Instagram miliknya.

Terbaru, Frengky Ong menyebutkan harus adanya reformasi terkait penyelenggaraan esport di Indonesia.

Hal tersebut karena menurut Frengky Ong penyelenggaraan kompetisi esport di Indonesia masih dipegang oleh Game Publisher (GP) atau Game Developer (GD).

"Liga Basket dan Sepak bola di Indonesia dimiliki oleh rakyat dan pemerintah melalui PERBASI, PSSI, dan semua klub Indonesia bukan dimiliki oleh PABRIK Bolanya. Tapi di esports kenapa semua Liga-nya dimiliki oleh PABRIK GAME-nya (GP dan GD)?, Yuk di reformasi!!," tulis Frengky Ong.

Tentu saja opini pribadi dari sang sekjen tersebut membuat banyak pihak yang memberikan tanggapan yang menarik.

Salah satunya adalah pengamat esport Indonesia, Lius Andre, yang juga sebelumnya juga pernah bekerja di Moonton.

Menurut Lius Andre pendapat dari Sekjen PBESI tersebut masih akan terkendala dengan hak cipta, dimana hak cipta game dimiliki oleh GP atau GD.

"Simplenya gini, olah raga konvensional bukan milik siapapun terkait hak cipta. Sedangkan game memiliki hak cipta yang dimiliki oleh penciptanya," tulis Lius Andre dalam kolom komentar Instagram emak_moba.

"Kalau kata MENGATUR mungkin masih setuju demi esports yang lebih baik lagi (asal dengan murni tanpa ada kepentingan pribadi). Tapi kalo milik? Beli sahamnya kalo dijual," pungkasnya.

Tak ketinggalan juga Ketua IESPA, Ibnu Riza, turut berpendapat dalam polemik ini dengan berujar jika industri esport di Indonesia masih muda sehingga memang semua turnamen masih dipegang oleh GP.

"Ya dikarenakan cabang olahraga esports baru, makanya sebelumnya liga dimiliki oleh GP. Ya kedepannya mungkin harapan dari PBESI seperti di PSSI ada PT LIB yg mengelola liga nya," tulis Ibnu Riza.

Terpantau, pada akun Instagram emak_moba memang banyak penggemar esport yang sangat menyayangkan opini dari Sekjen PBESI tersebut.

Banyak pula warganet yang menyebutkan daripada mengemukakan opini liar melalui Instagram pribadi, ada baiknya pihak PBESI dan semua ekosistem esport termasuk GP, GD, pemain profesional, KOL, hingga masyarakat biasa diajak berdiskusi untuk melakukan pertukaran pikiran demi masa depan esport yang baik untuk Indonesia.
 

× Image