Fabio Quartararo Ngomel di Mandalika, Yamaha Tepis Rumor Perpecahan
- Juara MotoGP 2021, Fabio Quartararo, diterpa isu perpecahan dengan pabrikan Yamaha.
- Quartararo "ngomel" karena tidak puas dengan performa motor YZR-M1 2022 saat sesi tes pramusim di Sirkuit Internasional Mandalika.
- Namun, Yamaha menepis rumor tersebut dan menyebut Quartararo adalah prioritas mereka.
SKOR.id - Yamaha yakin dapat mempertahankan sosok Fabio Quartararo sebagai pembalap utama meski sang pembalap merasa frustrasi dengan motor miliknya.
Quartararo mengungkap kekecewaannya terkait pengembangan YZR-M1, terutama performa motor yang disebut "makin pelan."
Juara MotoGP 2021 ini menjelaskan pada tes pasca-musim November lalu, bahwa dia tidak akan menandatangani kontrak baru sebelum tes pertama tahun ini di Sepang karena dia “ingin melihat evolusi motor kami (Yamaha).”
Pembalap Prancis itu kemudian mengaku "tidak senang, tidak memenuhi apa yang saya harapkan" setelah merasakan performa motor selama dua hari di Sepang.
Fabio Quartararo juga menyatakan dalam tes pramusim di Mandalika bahwa masa depannya “terbuka lebar” karena "saya mengharapkan (motor yang) jauh lebih baik".
Bersamaan dengan sikap Quartararo, Honda disebut telah mengajukan tawaran kepada sang pembalap, atau setidaknya mengadakan pembicaraan.
Isu ini bahkan disinggung langsung oleh direktur tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli.
Menaggapi rumor kepergian sang juara dunia, Meregalli yakin pabrikan Iwata bisa mempertahankan juara dunia terbarunya.
“Bagi kami, Fabio adalah prioritas pertama kami,” kata sosok berkebangsaan Italia itu kepada situs resmi MotoGP.
“Kami hampir setiap hari berhubungan dengan manajemennya, dan kami melanjutkan program kami. Kami mencoba menemukan cara untuk mencapai kesepakatan sesegera mungkin."
"Rumor tersebut normal jika dia mendapat tawaran, tetapi kami yakin dan kami melakukan apa yang kami bisa untuk mengamankannya selama dua tahun ke depan atau bahkan lebih."
Meregalli terbuka untuk mengungkapkan kemungkinan 'El Diablo' untuk membalap bersama tim lain pada tahun 2023. Tetapi, sang direktur yakin bahwa Yamaha adalah tempat yang diinginkan Quartararo.
“Selama dia (Quartararo) tidak menandatangani (kontrak Yamaha), pintu terbuka. Pasti dia akan mencoba mengevaluasi semua proposal yang akan dia terima, dia akan meletakkan semuanya di atas meja, dan kemudian dia akan memilih yang terbaik," Meregalli mengakui.
"Anda tahu apa yang Anda miliki (saat ini) dan anda tidak tahu apa yang akan Anda miliki, dan ini bagi saya adalah pertimbangan yang berat."
Terlepas dari komentarnya yang semakin blak-blakan tentang motornya, Quartararo mengatakan dia tidak ingin terlalu memikirkan hal itu dan lebih banyak mendorong dirinya sendiri hingga batasnya untuk menutupi defisit performa.
Meregalli juga percaya mereka masih bisa menjadi kombinasi yang kuat pada 2022.
“Kami selalu bekerja dengan baik dengannya, dan saya tidak melihat dia memikirkan hal lain,” tambahnya.
"Dia sangat fokus pada saat ini, terkonsentrasi seperti biasa, dia melakukan pekerjaan yang sangat keras di hari-hari ini (tes pramusim."
"Pada dasarnya, filosofi kami sekarang hanya memaksimalkan dua pembalap kami. Dan kami yakin dengan pembalap kami, kami akan bekerja dengan baik."
Fabio Quartararo mecatatkan finis tercepat kedua di sirkuit Mandalika, Indonesia. Namun, sang pembalap memang tampak menunjukka "late attack" sepanjang tes.
Berita MotoGP lainnya:
Dirut MGPA Sebut Sirkuit Mandalika Tinggal Punya Satu PR Menuju MotoGP Indonesia 2022
Sakit Perut, Joan Mir Masih Absen di Hari Ketiga Tes Pramusim MotoGP Mandalika
Hasil Tes MotoGP Mandalika, Sabtu (12/2/2022): Luca Marini Ditempel Marc Marquez di Puncak Tabel


