Home > Liga Italia

Gaji Pemain Selangit, Golden State Warriors Bakal Bayar Pajak Rp 2,6 Triliun ke NBA

Image
Krisna Daneshwara

  • Pembaruan kontrak dengan nilai fantastis untuk Stephen Curry memunculkan konsekuensi untuk Golden State Warriors.
  • Mereka mengalami kelebihan gaji dan harus membayar pajak barang mewah.
  • Pajak yang dikenakan ke Warriors diproyeksikan mencapai Rp 2,6 triliun, lebih besar dari total gaji pemain.

SKOR.id - Pembaruan kontrak dengan nilai fantastis yang diterima Stephen Curry ternyata membuat Golden State Warriors menerima konsekuensi besar.

Kini, total gaji pemain yang harus dikeluarkan Warriors mencapai 178juta dolar AS (sekitar Rp 2,5 triliun).

Sebagai catatan, pada NBA 2021-2022, NBA memberlakukan salary cap atau batasan 112,4 juta dolar AS (sekitar Rp 1,6 trilun) dengan toleransi total gaji 136,6 juta dolar AS (sekitar Rp 1,9 triliun) tak kena pajak.

Dengan demikian, kelebihan gaji Warriors musim ini mencapai 41,3 juta dolar AS (sekitar Rp 588,5 miliar).

Menurut aturan NBA, setiap kelebihan gaji 1 dolar AS, klub harus membayar luxury tax atau pajak barang mewah.

Total pajak yang harus dibayarkan Warriors di NBA 2021-2022 diproyeksikan 184 juta dolar AS (sekitar Rp 2,6 triliun.

Ini jelas lebih besar dari total gaji yang mereka keluarkan untuk para pemain.

Nilai tersebut juga menjadi rekor pajak barang mewah tertinggi sepanjang sejarah NBA.

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang Brooklyn Nets pada 2013-2014.

Waktu itu, Nets yang diperkuat Kevin Garnett dan Paul Pierce harus membayar pajak 90 juta dolar AS (sekitar Rp 1,2 triliun) kepada NBA.

Salary cap sendiri merupakan aturan NBA agar klub-klub membatasi pengeluarannya untuk gaji pemain.

Ini agar tercipta persaingan yang merata di NBA. Tanpa salary cap, klub-klub di pasar besar seperti Los Angeles, New York, Boston, Chicago, dan lain-lain tentu akan diuntungkan karena mereka lebih mudah mendapatkan pemasukan.

Tanpa salary cap, mungkin klub-klub dari kota pasar kecil seperti San Antonio Spurs atau Cleveland Cavaliers bakal kesulitan bersaing. 

× Image