Home > Tennis

Profil Tim Piala Eropa 2020 - Swedia: Tak Ada Zlatan, Duo Wonderkid Pun Jadi

Image
Thoriq Az Zuhri

  • Timnas Swedia akan memanfaatkan kombinasi pemain muda dan tua di Piala Eropa 2020.
  • Alexander Isak dan Dejan Kulusevski jadi andalan.
  • Swedia kerap kesulitan lolos dari fase grup.

SKOR.id - Timnas Swedia punya banyak pemain bintang jelang tampil di Piala Eropa 2020.

Zlatan Ibrahimovic sempat kembali ke timnas Swedia, tetapi kemudian cedera dan harus melupakan mimpi tampil di Piala Eropa 2020.

Meski begitu, bukan berarti Swedia tak punya bintang lain ataupun tak memiliki peluang di gelaran Euro nanti.

Kombinasi bocah-bocah ajaib dengan pemain tua berpengalaman jadi kunci Blagult, julukan mereka yang berarti Si Biru dan Kuning.

Berikut ini profil timnas Swedia yang dirangkum Skor.id, mencakup kiprah di Piala Eropa, pemain bintang, skuad, skema, profil pelatih, hingga prediksi di Euro 2020.

 

Kiprah di Piala Eropa

Swedia sempat kesulitan lolos ke fase final Piala Eropa, gagal lolos dari kualifikasi tujuh kali beruntun pada 1964 sampai 1988.

Swedia baru pertama kali lolos pada edisi 1992 saat mereka bertindak sebagai tuan rumah, sehingga tak harus melalui babak kualifikasi.

Pada Piala Eropa 1992, Swedia brhasil lolos sampai semifinal sebelum kemudian dikalahkan Jerman dengan skor 2-3.

Ini jadi prestasi terbaik Swedia sampai saat ini, setelahnya mereka tampak kesulitan lolos dari fase grup.

Empat dalam lima kesempatan terakhir mereka selalu tersingkir di babak grup, pengecualian terjadi pada Piala Eropa 2004.

Saat itu, Swedia jadi pemuncak grup C yang juga diisi Denmark, Italia, dan Bulgaria. Langkah mereka terhenti di delapan besar saat kalah adu penalti dari Belanda.

Pada edisi terakhir pada 2016 lalu, Swedia tersingkir di babak grup, jadi juru kunci grup E yang berisi Italia, Belgia, dan juga Republik Irlandia.

Pemain Bintang

Pada gelaran kali ini, Swedia akan mengandalkan kombinasi bocah-bocah ajaib alias wonderkid dengan pengalaman pemain veteran.

Duo wonderkid utama Swedia adalah Dejan Kulusevski yang bermain di Juventus dan Alexander Isak (Real Sociedad).

Kulusevski masih berusia 21 tahun, tetapi sudah jadi pemain reguler di lini depan Si Nyonya Tua. Ia kini sudah bermain 13 kali di timnas, mencetak satu gol.

Sedangkan Alexander Isak jadi salah satu penyerang muda paling diminati klub-klub besar Eropa.

Baru berusia 21 tahun, ia mencetak 17 gol di Liga Spanyol, hanya kalah dari nama-nama beken seperti Lionel Messi, Karim Benzema, hingga Luis Suarez.

Potensi mereka akan dibimbing pemain veteran seperti Mikael Lustig (34 tahun - 90 caps), Andreas Graqvist (36 tahun - 88 caps), Sebastian Larsson (36 tahun - 129 caps), dan Marcus Berg (34 tahun - 86 caps).

Selain itu, ada nama-nama terkenal lainnya seperti Victor Lindelof (Manchester United), Emil Forsberg (RB Leipzig), hingga Robin Olsen (Everton).

Profil Pelatih

Setelah penampilan buruk Swedia di Euro 2016, timnas Swedia mendepak Erik Hamren setelah tujuh tahun sebagai pelatih.

Penggantinya adalah Janne Andersson, pelatih yang mendapat nama saat membawa IFk Norrkoping promosi dari kasta kedua sampai juara divisi teratas Liga Swedia.

Janne Andersson ternyata sangat cocok untuk timnas Swedia, ia membawa negaranya lolos ke Piala Dunia 2018, pertama kali dalam 12 tahun, termasuk juga menyingkirkan Belanda dan Italia di babak kualifikasi.

Pada gelaran Piala Dunia 2018, Swedia juga tampil kesetanan. Mereka jadi pemuncak grup F yang berisi Korea Selatan, Meksiko, dan juara bertahan Jerman.

Swedia kemudian menyingkirkan Swiss sebelum dihentikan timnas Inggris pada babak delapan besar.

Hasil ini membuat Janne Andersson dipertahankan sebagai pelatih, pria 58 tahun yang berhasil membawa negaranya kini lolos ke Piala Eropa 2020.

Skuad

Selain tanpa Zlatan Ibrahimovic, Swedia juga akhirnya tak membawa Martin Olsson yang cedera.

Perkiraan Susunan Pemain Utama

Prediksi di Piala Eropa 2020

Swedia tergabung di grup E bersama Spanyol, Polandia, dan Slovakia.

Dua dari tiga laga mereka di babak grup akan dihelat di St Petersburg, Rusia, hal yang merupakan keuntungan mengingat negara mereka memiliki iklim dan suhu yang hampir serupa dengan kota tuan rumah.

Meski punya memori buruk di babak grup Piala Eropa, hadirnya pelatih Andersson mungkin akan membawa angin segar.

Penampilan luar biasa mereka di Piala Dunia 2018 tak bisa dianggap sebelah mata.

Lolos ke babak gugur kali ini sepertinya tak akan jadi masalah bagi Swedia.

Setelah itu, penampilan para pemain muda dan tak adanya cedera akan jadi kunci Si Biru dan Kuning untuk melaju jauh di Piala Eropa 2020.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Piala Eropa 2020 Lainnya:

Profil Tim Piala Eropa 2020 - Republik Ceko: Ahlinya Filosofi Permainan Cepat

Profil Tim Piala Eropa 2020 - Skotlandia: Sang Kuda Hitam Grup D

× Image