Ini Penjelasan Prinsipal Ducati Terkait Kesuksesan Pabrikan Jepang di MotoGP
- Prinsipal Ducati, Luigi Dall’Igna akui sampai saat ini pabrikan Jepang selalu menjadi yang terbaik ketimbang Eropa.
- Luigi Dall’Igna mengaku pabrikan Jepang memiliki struktur yang lebih baik dalam hal berinvestasi lebih besar pada pembalap dan pengembangan teknis.
- Pada awal 1970-an, pabrikan Jepang (Yamaha, Honda dan Suzuki) mulai mendominasi kejuaraan dunia balap motor.
SKOR.id - Prinsipal Ducati, Luigi Dall’Igna menyadari bahwa pabrikan Jepang masih menjadi yang terdepan dan terbaik ketimbang Eropa dalam kejuaraan dunia balap motor.
Menurut Luigi Dall'Igna hanya Ducati menjadi salah satu pabrikan Eropa yang berusaha menghentikan dominasi pabrikan Jepang di kelas premier dalam perebutan gelar konstruktor.
Pada awal 1970-an, pabrikan Jepang (Yamaha, Honda dan Suzuki) mulai mendominasi. Hingga kini, hanya Ducati yang mampu mematahkan dominasi tersebut pada 2007 dan 2020.
“Sulit untuk menjelaskan alasan mengapa pabrikan Jepang sangat mendominasi. Mungkin karena mereka berada lebih lama di kelas ini,” kata Prinsipal Ducati, Luigi Dall’Igna dilansir dari motorsport.
“Fakta berbicara bahwa di era 500cc hampir tak ada pabrikan lain selain pabrikan Jepang. Tentu saja, itu menjadi salah satu alasannya," ungkapnya.
Sebelumnya, kejuaraan dunia balap motor dimulai pada 1949, pabrikan Inggris (AJS dan Norton) dan pabrikan Italia (Gilera dan MV Agusta) menjadi yang tersukses.
Kini, jumlah pabrikan Eropa dan Jepang seimbang, hal itu dikarenakan masing-masing mempunyai tiga wakil.
Bahkan saat ini jumlah motor pabrikan Eropa lebih banyak daripada pabrikan Jepang dengan 12 berbanding 10.
Namun, itu saja tak cukup untuk mengembalikan masa kejayaan motor Eropa, mengingat cara kerja mereka sangat berbeda dengan pabrikan Jepang. Sumber daya menjadi salah satu kunci yang membuat pabrikan Jepang tetap eksis hingga saat ini di kelas premier.
“Di era MotoGP, besarnya anggaran sangat memengaruhi performa Anda. Sejauh ini, pabrikan Jepang mungkin memiliki struktur yang lebih baik daripada kami,” kata Dall’Igna.
“Mereka (Yamaha, Suzuki dan Honda), memiliki struktur yang lebih baik dalam hal berinvestasi lebih besar pada pembalap dan pengembangan teknis. Itu yang belum bisa dilakukan pabrikan Eropa," ujarnya.
