Pringgo Regowo, The Hand-cannon yang Muncul Kembali Bersama West Bandits Solo

- Kehadiran Pringgo Regowo membuat serangan West Bandits Solo makin tajam.
- Pringgo dikenal sebagai pencetak poin yang andal, terlebih pada puncak performanya pada musim 2012-2013.
- Ia sudah vakum tiga musim dari kompetisi basket profesional Indonesia.
SKOR.id - West Bandits Solo cukup berjudi dengan mendatangkan Pringgo Regowo untuk memperkuat tim di Indonesian Basketball League (IBL) 2021.
Selain sudah sangat senior, Pringgo Regowo telah vakum dari kompetisi basket profesional selama tiga musim. Terakhir, ia memperkuat Aspac Jakarta pada IBL 2017.
Namun, melihat reputasinya di Aspac dulu, Pringgo Regowo diyakini akan memperkuat tim. Ia akan membuat offense West Bandits makin garang.
Selain itu, Pringgo Regowo adalah pemain yang sangat kuat di bawah ring. Ia sering membuat offensive rebound yang membuat tim mendapatkan kesempatan kedua meraih poin.
Sebagai catatan, Pringgo Regowo adalah most valuable player (MVP) NBL Indonesia 2012-2013. Di musim itu pula, ia membawa Aspac menjadi juara.
Ia juga adalah pencetak 1.000 poin dan 1.000 rebound di ajang NBL Indonesia. Tak berlebihan jika Pringgo dijuluki "The Hand-cannon," bahasa slang untuk pemain yang mampu cetak banyak poin.
Dengan demikian, saat ini, West Bandits diperkuat dua orang yang mampu mencetak 1.000 angka NBL Indonesia.
Selain Pringgo Regowo, Merio Ferdiansyah adalah sosok yang sanggup membuat pencapaian tersebut. Sama seperti Pringgo Regowo, Merio Ferdiansyah juga lama vakum dari kompetisi basket profesional.
Adapun pemain-pemain West Bandits lain seperti Mei Joni, Andre Adrianno, dan Widyanta Putra Teja juga dikenal sebagai pencetak angka yang piawai. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana serangan West Bandits di IBL 2021.
Pringgo juga merupakan pemain yang jauh dari kabar tak sedap. Salah satu peristiwa yang mencoreng namanya hanyalah perseteruannya dengan pemilik Aspac, Irawan Haryono.
Ini membuat dirinya dicoret dari tim Aspac pada NBL Indonesia 2014-2015. Lantas, pada IBL 2016, ia pindah ke Stadium Jakarta.
Namun, pada IBL 2017, ia kembali ke Aspac lantaran Stadium merger dengan klub langganan juara basket profesional tersebut.
Ikuti juga Instagram, Facebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.
View this post on Instagram
Berita Basket Lainnya:
