Home > Other Sports

Catatan Match Fixing yang Menjerat Pebulu Tangkis Indonesia, Termasuk Skandal Olimpiade 2012

Image
Aditya Fahmi Nurwahid

  • BWF menyebut ada temuan delapan pebulu tangkis Indonesia yang melanggar regulasi federasi.
  • Para atlet tersebut dikabarkan terlibat match fixing, manipulasi hasil pertandingan hingga perjudian.
  • Sebelum kasus ini, bulu tangkis Indonesia sempat dua kali digegerkan dengan kasus match fixing.

SKOR.id - Kasus pengaturan skor (match fixing) kembali menjerat pebulu tangkis Indonesia. Skandal kali ini terhitung cukup besar dan melibatkan perjudian laga.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengumumkan ada kasus pengaturan pertandingan yang melibatkan pebulu tangkis asal Indonesia.

Para pemain tersebut terbukti melanggar regulasi terkait match fixing, pengaturan skor, hingga perjudian dalam bulu tangkis.

Mereka adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadilla Afni, Aditiya Dwiantoro, dan Agripinna Prima RP. 

Kedelapan atlet yang saling mengenal satu sama lain itu, dikatakan BWF, lebih banyak bertanding di level rendah tur dunia. 

Dan, masih menurut BWF, aksi match fixing itu kebanyakan terjadi dalam turnamen yang berlangsung di Asia hingga tahun 2019.

"Kedelapan pemain itu telah menjalani larangan bertanding sejak Januari 2020 hingga keputusan diambil melalui proses dengar pendapat," tulis BWF, Jumat (8/1/2021).

PBSI sebagai induk olahraga bulu tangkis Tanah Air mengaku terpukul dengan perilaku tidak terpuji yang dilakukan delapan atlet tersebut.

"PBSI mengutuk perbuatan mereka karena mencederai sportivitas dan nilai-nilai di dalam olahraga bulu tangkis," kata Humas PBSI, Broto Happy, menjelaskan.

Namun, kasus ini bukan yang pertama menjerat atlet Indonesia.

Skandal terbesar terjadi pada Olimpiade 2012 dan melibatkan wakil Indonesia, Greysia Polii/Meillana Jauhari.

Greysia/Meillana diduga sengaja mengalah dalam pertandingan ganda putri cabang olahraga bulutangkis dan melibatkan empat pasang ganda putri di babak perempat final, Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) akhirnya mendiskualifikasi empat pasangan tersebut.

Selain ganda Indonesia, tiga pasangan lainnya adalah Wang Xiaoli/Yu Yang (China), Ha Jung Eun/Kim Min Jung (Korea Selatan), dan Jung Kyung Eun/Kim Ha Na (Korea Selatan).

Kasus tersebut menjadi yang terbesar dan pertama kalinya Indonesia terlibat.

Setelahnya, PBSI juga mengungkap adanya kasus match fixing, tak lama setelah kasus dua pebulu tangkis Malaysia, Zulfadli Zulkifli dan Tan Chung Sean, pada awal 2018.

Ketika dimintai tanggapan, Sekjen PBSI Achmad Budiharto turut mengungkap bahwa ada kasus serupa yang melibatkan pebulu tangkis Indonesia.

"Kami sudah banned dia pada akhir tahun lalu," kata Budiharto di Jakarta, Kamis (1/3/2018), dikutip dari Kompas.

Namun, kasus ini tidak diungkap secara publik oleh PBSI. Hanya saja, apresiasi tetap diberikan kepada asosiasi yang tegas dengan kecurangan dalam kompetisi.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Mengintip Upaya Thailand Menggelar 3 Turnamen Bulu Tangkis di Tengah Pandemi Covid-19

Jelang Thailand Open: Gloria Emanuelle Widjaja Fokus Mengembalikan Kondisi Fisik

× Image