Home > Timnas Indonesia

Ferrari Yakin Charles Leclerc Bisa Ikuti Jejak Michael Schumacher

Image
Lily Indriyani

  • Mattia Binotto melihat ada kesamaan antara Charles Leclerc dan Michael Schumacher. 
  • Charles Leclerc berada di jalur yang tepat untuk jadi pemimpin Ferrari di lintasan.
  • Keterlibatan orang-orang muda diyakini jadi pondasi kuat Ferrari di masa mendatang.   

SKOR.id - Prinsipal Tim Scuderia Ferrari, Mattia Binotto, optimistis Charles Leclerc bisa mengikuti jejak Michael Schumacher sebagai andalan di pabrikan asal Italia tersebut.

Mattia Binotto melihat ada kesamaan antara Charles Leclerc dengan legenda Formula 1 (F1) dan Ferrari tersebut. Salah satunya adalah kondisi tim saat mereka bergabung.   

“Saya sering membandingkan mereka dan berpikir ada kesamaan. Itu tak diragukan lagi," katanya dalam podcast Beyond the Grid dan dilansir PlanetF1, Rabu (9/12/2020).

"Pertama, (kondisi) Ferrari saat itu, 1995-2001, sedang berinvestasi. Bukan hanya pada teknologi, tetapi juga sumber daya manusia. Jadi, kami mempekerjakan orang muda."

Sebagai informasi, Charles Leclerc berusia 21 tahun saat debut bersama Scuderia Ferrari pada F1 2019. Namun, dia berasal dari akademi tim berlogo kuda jingkrak tersebut. 

Dan, yang perlu digarisbawahi, Michael Schumacher tak langsung moncer saat memperkuat Ferrari. Baru pada musim kelima dirinya bisa menggenggam titel juara dunia F1. 

Usai meraih gelar juara dunia F1 2005, Michael Schumacher tak tertandingi. Pembalap asal Jerman itu juga menjadi pemuncak klasemen akhir F1 2006, 2007, 2008, dan 2009.

Bicara hitung-hitungan gelar bersama Ferrari, Charles Leclerc jelas tak sebanding dengan Schumi, sapaan akrab Michael Schumacher. Tapi, itu tak membuat Mattia Binotto ragu.

Sebagai pembanding, pada F1 2019 dan 2020, Charles Leclerc finis keempat dan keenam. Schumi menempati posisi ketiga pada F1 2005 dan diskualifikasi, musim berikutnya.

"Jika melihat Ferrari dalam beberapa tahun terakhir, kami mempekerjakan banyak teknisi-teknisi muda yang mulai saat ini menjadi pondasi tim," kata Mattia Binoto. 

"Untuk pemimpin dalam balapan, saat itu, Michael (Schumacher). Dan, sekarang, kami punya Charles (Leclerc). Dia mungkin tak berpengalaman seperti Michael."

"Tapi, kami berpikir dia berada di jalur yang jelas untuk menjadi seorang pemimpin dan itu penting. Ada komitmen dari perusahaan untuk membangun siklus kemenangan."

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita F1 Lainnya: 

Max Verstappen Masih Kesal dengan Insiden F1 GP Sakhir 2020

George Russell Berharap Dapat Posisi Permanen di Mercedes

× Image