Hendra/Ahsan Ungkap Laga Terberat dalam Kariernya

- Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan mengaku mempunyai pengalaman terberat saat berjuang untuk Tanah Air.
- Bagi Mohammad Ahsan berlaga di Asian Games 2014 dan bertemu tuan rumah Korea Selatan menjadi laga yang terberat.
- Sementara itu, pertandingan yang paling berat dan menyeramkan bagi Hendra Setiawan adalah final All England 2019.
SKOR.id - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan mengungkapkan pertandingan terberat yang pernah mereka lakoni bersama.
Bagi Mohammad Ahsan berlaga di Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan menjadi laga yang terberat. Utamanya saat bertemu tuan rumah.
“Buat saya Asian Games 2014 karena saat itu saya habis cedera,” ujar Ahsan dalam virtual zoom yang diikuti awak media, Kamis (12/11/2020).
Asian Games 2014 Incheon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sempat berhadapan dengan wakil tuan rumah, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong pada partai final.
Ahsan mengatakan ada beberapa alasan yang membuat pertandingan di Asian Games 2014 itu menjadi sangat berat baginya
Selain karena baru sembuh dari cedera, rekor pertemuan antara keduanya juga tak begitu bagus.
Terlebih, pasangan ganda putra andalan Korea Selatan, ketika itu berstatus nomor satu dunia.
Kondisi tersebut tentu sangat menguntungkan bagi Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong diluar mereka bermain dengan status tuan rumah.
“Pada saat itu, kami ditargetkan untuk dapat medali emas. Belum lagi rumor tentang pelatih kami yang akan diganti kalau kami kalah. Jadi kami benar-benar tertekan,” kata Ahsan.
Namun kerja keras Ahsan/Hendra berbuah hasil. Pada akhirnya mereka mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.
Ahsan/Hendra menang lewat rubber game dengan skor akhir 21-16, 16-21, dan 21-17.
Sementara itu, pertandingan yang paling berat dan menyeramkan bagi Hendra Setiawan adalah final All England 2019.
Pada saat itu, Hendra harus menahan rasa sakit saat bertemu wakil Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
"All England 2019 karena otot saya sempat ketarik, tapi saya mikir bahwa kami punya kesempatan untuk menang. Jadi saya paksain main terus," ujar Hendra.
Perjuangan Hendra pun tidak sia-sia, dengan berhasil mengunci satu-satunya gelar untuk Indonesia usai mengakhiri perlawanan Aaron Chia/Soh Wooi Yik, 11-21, 21-14, dan 21-12.
Ikuti juga Instagram, Facebook, YouTube dan Twitter dari Skor Indonesia.
View this post on Instagram
Berita Bulu Tangkis Lainnya:
Kunjungan Pertama Ketum PBSI yang Baru ke Pelatnas Cipayung
Chan Peng Soon Targetkan Poin Maksimal di Thailand Open demi BWF World Tour Finals 2020
