Home > Liga Inggris

Bapensi Jadi Wadah Perlindungan Atlet dan Mantan Atlet

Image
Muhammad Ramdan

  • Bapensi hadir atas dasar keprihatinan nasib para mantan atlet yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara namun hidup kekurangan.
  • Setelah berdiri, Bapensi langsung gerak cepat dengan memberi santunan kepada keluarga mantan pelari jarak jauh nasional, Eduardus Nabunome.
  • Bapensi berupaya memberi perhatian kepada atlet dan mantan atlet yang mengalami persoalan kesejahteraan. 

SKOR.id - Badan Perlindungan Atlet dan Mantan Atlet Nasional Indonesia (Bapensi) santuni keluarga mendiang mantan pelari jarak jauh nasional, Eduardus Nabunome. 

Penyerahan santunan diberikan langsung Ketua Umum Bapensi, Dedy Ermansyah. Turut hadir, Sekjen Bapensi Joni Adi dan Dewan Pembina, M Nigara.

Mantan atlet seperti, Wailan Walalangi, David Sulaksmono, Ferry Pantauw, Nurfitriyana, Lamting, Rully Nere, dan lainnya juga ikut dalam rombongan. 

Bapensi berdiri atas inisiasi Dedy Ermansyah yang juga Plt Gubernur Bengkulu, menyusul keprihatinan terhadap nasib atlet dan mantan atlet nasional.

Joni Adi menyebut tak sedikit atlet dan mantan atlet nasional yang hidupnya kekurangan. Padahal, mereka telah mengharumkan nama bangsa dan negara. 

Sederet nama turut andil menjadi Dewan Pembina Bapensi, di antaranya mantan pecatur nasional GM Utut Adianto dan mantan pelari nasional, Emma Tahapary.

"Awalnya, kebetulan kami dari Bengkulu, ada mantan atlet yang pernah ikut Pelatnas SEA Games, Suratun. Dari 2008 masih jadi honorer di Pemda Bengkulu."

"Tiap tahun dia harus memperpanjang kontrak. Bahkan, honor yang ia terima itu di bawah UMR, yakni Rp1,3 juta per bulan. Miris sekali," kata Joni Adi. 

Lebih lanjut, sekjen Bapensi itu menambahkan, Suratun hampir diputus kontrak. Namun, pihaknya berjuang untuk mempertahankan status pekerjaannya. 

Upaya lain yang dilakukan Bapensi adalah bekerja sama dengan pengusaha perkebunan kelapa sawit di Bengkulu untuk menghibahkan lahan seluas 50 hektar. 

Nantinya, hasil dari 50 hektar lahan sawit itu dibagi untuk dua yayasan, salah satunya yang menaungi atlet. Termasuk mereka yang hidupnya kurang beruntung. 

"Kalau di Bengkulu saja banyak pengusaha daerah yang peduli terhadap nasib atlet, saya optimistis dengan berdirinya Bapensi," kata Dedy Ermansyah. 

"Pemerintah, baik itu melalui BUMN atau BUMD, bisa mengucurkan dana CSR-nya untuk membantu nasib para mantan atlet ini," ia menambahkan. 

Dedy Ermansyah menjelaskan, bentuk kepedulian kepada para mantan atlet tak melulu soal bantuan berupa materi.

Ke depannya, para mantan atlet tersebut dapat kesempatan mengikuti pelatihan sesuai dengan minat. Lalu, memberikan bantuan hukum andai diperlukan.

"Misalnya mereka yang antusias menggeluti bisnis, selain diberi pelatihan juga solusi dalam mencari modal usaha," ucap Dedy Ermansyah.

"Atau seperti di Bengkulu, mereka diberikan lahan sawit untuk digarap dan hasilnya bisa menguntungkan mantan atlet yang jadi anggota yayasan."

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Olahraga Lainnya: 

Pelatnas BMX Jamin Keselamatan dan Kesehatan Atlet

Turnamen Minim, PBSI Tetap Berlakukan Promosi dan Degradasi Atlet Pelatnas

× Image