Home > Other Sports

5 Pemain yang Gagal Bersinar Sepanjang Sejarah Atletico Madrid

Image
Gregorius Devanda

  • Beberapa pemain pernah mengalami kegagalan ketika memperkuat klub asal Spanyol, Atletico Madrid.
  • Para pemain tersebut kesulitan beradaptasi dengan Atletico Madrid.
  • Skor.id akan merangkum pemain yang dianggap pembelian terburuk sepanjang sejarah Atletico Madrid.

SKOR.id - Beberapa pemain pernah mengalami kegagalan ketika memperkuat klub asal Spanyol, Atletico Madrid.

Masalah adaptasi dan perbedaan filosofi permainan acap menjadi faktor utama kegagalan tersebut. Namun, kurangnya nasib baik juga bisa menjadi penentu.

Alhasil, para pemain ini tak mampu memberikan performa terbaik seperti yang diharapkan klub barunya.

Baca Juga: Ho Chi Minh FC Jadi Klub Pertama Liga Vietnam yang Potong Gaji Pemain

Skor.id akan merangkum para pemain yang dianggap pembelian terburuk sepanjang sejarah Atletico Madrid seperti dilansir dari 90min. Berikut daftar pemainnya :

5. Diogo Jota

Diogo Jota menjadi pilar penting bagi Wolverhampton musim ini. Namun dirinya pernah gagal bersinar bersama Atletico Madrid pada tahun 2016.

Cukup mengejutkan memang bahwa pemain dengan talenta seperti Jota tidak pernah dimainkan sekali pun di Los Rojiblancos.

Bahkan, Jota justru dipinjamkan ke Porto dan tidak pernah kembali lagi ke Atletico Madrid hingga akhirnya ia dikontrak Wolverhampton.

Baca Juga: Taktik Serupa Barcelona untuk Gaet Neymar dan Lautaro Martinez

4. Luciano Vietto

Penampilan Luicano Vietto yang didatangkan Atletico pada musim panas 2015 juga cukup mengecewakan. Dirinya tampil 38 kali dan hanya mencetak empat gol.

Padahal bersama Villareal di musim sebelumnya, Vietto tampil begitu menjanjikan dengan membukukan 12 gol dari 32 laga.

Penyerang Argentina itu nampaknya tidak mampu untuk beradaptasi dan bersain dengan rekan-rekannya yang lain di Atletico Madrid. 

 

Baca Juga: Juventus Pantau Kontrak Willian yang Habis Musim Ini

3. Jackson Martinez

Pemain lainnya yang gagal bersama Atletico Madrid adalah Jackson Martinez. Penyerang Kolombia itu didatangkan dari Porto pada 2015. Jackson bermain dengan luar biasa di Porto dan membuat orang-orang di Atletico memiliki ekspektasi tinggi terhadapnya.

Akan tetapi, setibanya di Spanyol dirinya gagal menyatu dengan gaya permainan Atletico. Jackson hanya mencetak tiga gol dalam 22 penampilannya. Atletico pun terpaksa melepasnya ke klub Liga China, Guangzhou Evergrande.

Baca Juga: Klub Liga Inggris Inginkan Penyerang Darurat Barcelona

2. Nicolas Gaitan

Nicolas Gaitan didatangkan Diego Simeone pada 2016 dan mendapat kontrak jangka panjang. Akan tetapi, masalah adaptasi menjadi persoalan rumit bagi sang gelandang serang.

Dirinya tidak mampu menunjukan peforma terbaiknya dengan hanya mencetak empat gol dari 43 permainannya. 

Baca Juga: Samuel Umtiti Pilih Chelsea Ketimbang Arsenal atau Man United

1. Martin Demichelis

Martin Demichelis didatangkan ke Atletico Madrid pada 2013-2014. Bek tengah Argentina itu  disebut-sebut bisa membuat perubahan besar di Atletico Madrid.

Namun, baru melakoni dua partai pra-musim, Demichelis justru memilih pergi dari Spanyol. Dia menuju klub asal Liga Inggris, Man City, untuk bermain kembali bersama mantan manajernya, Manuel Pellegrini. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

GIVEAWAY ALERT!!! - Menyambut 2000 followers Instagram, Skor Indonesia akan mengadakan giveaway (slide ke kanan). Caranya: 1. Wajib follow akun @SkorIndonesia 2. Jawab pertanyaan di postingan ini melalui kolom komentar. 3. Tulis harapan kamu terhadap perkembangan dunia olahraga di Indonesia setelah bebas dari wabah corona. 4. Jangan lupa mention 5 teman kamu. 5. Sertakan hastag #SkorinAja dan #SkorGiveaway. 6. Pastikan akun tidak diprivate 7. Keputusan soal pemenang dan penentuan hadiah tidak dapat diganggu gugat. Kuis akan berlangsung mulai 1 April 2020 sampai 3 April 2020. - Hadiah yang diperebutkan berupa: 1. Sepatu bola Ortuseight seri Forte Instinct FG 2. 1 Sepatu futsal Ortuseight seri Forte Instinct IN 3. 3 Jersey - #giveaway #dirumahaja #skorindonesia #skorid

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia) on

 

 

 

× Image