Perseteruan Timnas Putri AS vs Federasi, Gaji dan Seksisme Jadi Sumber Masalah
- Terjadi konflik antara tim nasional putri dan Federasi Sepak Bola Amerika Serikat.
- Presiden Federasi, Carlos Cordeiro, didesak untuk mundur dari jabatannya.
- Cordeiro melempar komentar seksis saat menanggapi tim nasional putra Amerika Serikat.
SKOR.id - Sebanyak 28 pemain tim nasional putri Amerika Serikat (USWNT) yang dipimpin oleh Alex Morgan dan penerima Ballon d'Or Megan Rapinoe, menggugat Presiden Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF), Carlos Cordeiro.
Cordeiro didesak mundur dari jabatannya karena mengeluarkan pernyataan seksis dalam menanggapi tim nasional Amerika Serikat dalam sengketa gaji.
Perseteruan gaji ini membawa tim nasional putri dan Federasi ke meja hukum, untuk mengajukan gugatan berdasarkan Undang-Undang Pembayaran Setara dan Undang-Undang Hak Sipil tahun 1964 di Amerika Serikat.
Baca Juga: 4 Tim Raksasa Eropa yang Isolasi Diri karena Virus Corona
Terbaru, persoalan bayaran yang tak sama antara tim putra dan putri kini diperkeruh dengan pernyataan tim hukum USSF mengenai "argumen sains yang tidak dapat dibantah."
"Kemampuan bermain sepak bola secara keseluruhan yang diperlukan untuk bersaing di tingkat tim nasional (putra) senior, dipengaruhi oleh tingkat atribut fisik tertentu, seperti kecepatan dan kekuatan, yang diperlukan untuk pekerjaan seperti itu," tulis pernyataan tersebut.
Pernyataan di persidangan ini menjadi blunder bagi USSF, dan membuat beberapa sponsor seperti Coca Cola, Visa, Delloite, dan Budweiser turut geram.
Baca Juga: Spanyol Darurat Corona, Klub Wuhan Zall Pulang ke Cina
Usai mendapat banyak kritikan, Carlos Cordiero pun mengeluarkan permohonan maaf soal pernyataan tim hukum di pengadilan.
"Saya dengan tulus meminta maaf atas pelanggaran dan rasa sakit yang disebabkan oleh bahasa dalam pengajuan pengadilan minggu ini, yang tidak mencerminkan nilai-nilai federasi kami," tulis Cordiero.
"Saya telah menjelaskan kepada tim hukum kami, bahwa meskipun kita berdebat fakta dan angka dalam kasus ini, kita harus melakukannya dengan sangat hormat."
Baca Juga: Sulitnya Menunda Euro 2020 Menjadi Euro 2021
Menanggapi permintaan maaf tersebut, Megan Rapinoe membuka kedok Cordiero yang terkesan seksis saat memimpin federasi.
Rapinoe tidak terkejut dengan pernyataan tim hukum federasi, karena selama berurusan dengan Cordiero, tim nasional putri selalu ditempatkan lebih rendah.
"Setiap negosiasi yang kami lakukan, nada yang ada di sana (di meja diskusi), bahwa kami lebih rendah - setiap mediasi yang kami miliki, setiap kali kami bertemu dengan mereka dan jelas alasan kami mengajukan gugatan ini," ucap Rapinoe dikutip dari BBC.
Masalah kesetaraan gender mencuat usai Piala Dunia Putri 2019, saat Amerika Serikat membawa uang 4 juta Dollar Amerika sebagai juara.
Namun, uang tersebut ternyata setara seperti hasil yang dibawa timnas Rusia pada Piala Dunia 2018, yang tak raih satupun kemenangan di babak penyisihan grup.
