Home > Esports

Moto2 GP Qatar Tetap Digelar, Pembalap Indonesia Diuntungkan

Image
Hesti Puji Lestari

  • FIM memutuskan untuk membatalkan MotoGP Qatar 2020, namun tidak dengan Moto2 dan Moto3. 
  • Keputusan itu menguntungkan Andi Gilang, pembalap Indonesia yang akan berlaga dalam Moto2.
  • Moto2 Qatar, akhir pekan ini, akan jadi debutnya. 

SKOR.id - Keputusan FIM untuk tetap menyelenggarakan lomba Moto2 dan Moto3 di Sirkuit Losail, Qatar, akhir pekan ini, menguntungkan pembalap asal Indonesia, Andi Gilang. 

Tak seperti kompetisi bertajuk MotoGP, putaran perdana Moto2 dan Moto3 2020 itu akan digelar meski Qatar juga diterpa virus corona sejak beberapa minggu terakhir.

CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, mengatakan aturan ketat diberlakukan dengan adanya keputusan tetap melombakan Moto2 dan Moto3 di Qatar, akhir pekan ini. 

 

Andi Gilang, sapaan akrab Andi Farid Izdihar, menyambut positif kebijakan tersebut karena Moto2 di Qatar akan jadi debutnya dalam kasta kedua Kejuaraan Dunia Balap Motor. 

Baca Juga: Uber Cup 2020: Jepang Unggulan Teratas, Indonesia Kelima

Pembalap 22 tahun itu mengaku sangat bersemangat untuk melakoni lomba perdana. Ini karena catatan waktunya pada hari terakhir tes resmi, Minggu (1/3/2020), memuaskan. 

Andi Gilang yang memperkuat Honda Team Asia mencatat waktu 2 menit 00,695 detik atau terpaut 2,175 detik dari Jorge Navaro (Spanyol) yang berstatus pembalap tercepat.

"Alhamdulillah finis ketiga pada sesi tes, step by step, terima kasih Honda Team Asia," ujar Andi Gilang melalui Instagram. 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

Alhamdulillah finish 3 days test step by step thanks to my team to all staff and crew ???????????????????? @honda_team_asia

Sebuah kiriman dibagikan oleh ANDI GILANG (@27_andigilang) pada

Sementara itu, keputusan untuk membatalkan Grand Prix (GP) Qatar sempat menuai kritik dari pembalap Aprilia Racing Team Gresini, Aleix Espargaro.

Dirinya dikabarkan kecewa karena rencana untuk segera beraksi di lintasan harus tertunda. Aleix Espargaro mengemukakan kekesalannya melalui media sosial. 

Namun tak sedikit pula yang sepakat dengan keputusan FIM dan Qatar karena virus corona bisa membahayakan keselamatan semua orang yang terlibat.

× Image