Soal Olimpiade, Gubernur Tokyo Yuriko Koiko Semprot Calon Wali Kota London

- Gubernur Tokyo Yuriko Koike kritik pernyataan tidak pantan calon Wali Kota London, Shaun Bailey.
- Terkait virus corona, Shaun Bailey klaim London siap menggantikan Tokyo sebagai tuan rumah Olimpiade 2020.
- Panitia pelaksana telah berulang kali menegaskan Olimpiade 2020 tak akan ditunda atau dibatalkan.
SKOR.id – Pernyataan calon Wali Kota London, Inggris, Shaun Bailey, yang menyebut London siap menjadi tuan rumah pengganti Olimpiade XXXII/2020 menuai kritik pedas dari Yuriko Koike.
Gubernur Tokyo, Jepang yang juga menjabat sebagai Direktur Pelaksana Olimpiade Tokyo 2020 tersebut mengatakan pernyataan seperti itu tidak seharunya terlontar dari mulut Shaun Bailey.
“Sangat tidak pantas dia (Bailey) membawa masalah virus corona ke dalam kampanye Wali Kota London. Apalagi sampai meminta Olimpiade Tokyo dipindahkan ke London,” ujar Yuriko Koike.
“Kapal Diamond Princess bukan kah punya perusahaan di Inggris. Benar-benar tidak tepat dia mengambil isu ini dengan memasukan pemindahan Olimpiade ke London. Mungkin akan menjadi masalah dalam pemilihan wali kota,” Yuriko manambahkan.
Sebagaimana dilansir Reuters, Yuriko Koike bereaksi setelah Shaun Bailey menganggap wabah virus corona yang telah menyebar ke Jepang menjadi alasan kemungkinan Olimpiade 2020 digelar di London.
Shaun Bailey mengatakan London sangat siap menjadi tuan rumah pengganti karena memiliki fasilitas serta sarana dan prasarana mumpuni yang pernah digunakan pada Olimpiade XXX/2012.
“Dengan kekacauan yang masih berlangsung akibat virus corona, saya meminta Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk serius mempetimbangkan London yang siap menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 jika dibutuhkan,” kata Shaun Bailey belum lama ini.
Sementara otoritas resmi London membantah pernyataan Shaun Bailey. Menurutnya, politisi Partai Konservatif Inggris itu membuat penyataan tersebut dengan kapasitas sebagai kandidat calon walikota London yang sedang berkampanye.
Baca Juga: IOC Jamin Olimpiade Tokyo 2020 Aman dari Wabah Virus Corona
Panitia pelaksana Olimpiade Tokyo, Jepang, telah beberapa kali menegaskan bahwa pesta olahraga terbesar di dunia tersebut bakal tetap berjalan sesuai rencana.
“Dengan mempertimbangkan virus corona, ada banyak rumor tak bertanggung jawab. Tapi saya ingin menegaskan lagi bahwa kami tidak mempertimbangkan menunda atau membatalkan Olimpiade 2020,” ujar Ketua Eksekutif Olimpiade Tokyo 2020, Yoshiro Mori.
Saat ini ada lebih dari 75.000 kasus dengan 2.000 kematian yang diakibatkan virus dengan nama lain COVID-19 itu. Jumlah ini tersebar di 29 negara, dan terbesar terjadi di Cina.
Melansir Inside The Games, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun telah mengumumkan bahwa wabah virus corona sebagai kondisi darurat global.
Sementara di Jepang, berdasarkan data hingga 21 Februari 2020, terdapat 97 kasus dengan satu korban jiwa akibat virus COVID-19 tersebut.
